Minggu, 01 Mei 2016

Cinta Diam-Diam

Berawal dari perasaan kagum
Kemudian menjadi suka
Lama-lama menjadi Cinta
Menunggu sekian lama
Himgga perasaan cinta ini luntur
Terkalahkan oleh rasa sakit
Menjadi seperti dulu
Yang hanya sekedar “mengagumi”
Hingga ujungnya berakhir dengan kekecewaan
Dan, perasaan yang luka
Tak ada yang bisa disalahnkan dari ini semua
Tak ada yang bisa membalikkan hati manusia
Kecuali satu yang di Atas Sana
Mungkin hanya harapan dan kenangan manis yang tersisa
Dan bongkahan rasa rindu yang hampa
Rasa sakit yang luar biasa
Dan, rasa cinta yang seakan menggila

Ya, mungkin hanya itu yang tersisa

“Keinginanku untuk membuat tulisan dengan segenap perasaan terkabulkan. Tulisan dengan segenap perasaan kecewa yang membuncah. Kesalahanku adalah mencintainya. Dan, kenyataannya semakin salah karena aku menyimpannya dalam diam.”
-Sofi Nito Amalia, Jatuh Cinta Diam-Diam 2-

Aku masih menyesali segala bentuk perasaan kekanakan yang semakin abstrak dan tak berbentuk ini. Aku bingung harus menyalahkan siapa? Diriku? Dia? Atau keadaan? Bukan, sepertinya caranyalah yang salah. Aku terlalu menikmati cinta ini dalam diam, hingga kadang aku harus menangis dan tertawa sendiri. Terlalu banyak cacian jika aku berbagi kisah membosankan ini pada orang lain. biarkanlah, sang asa yang mendengar. Aku tak berharap ada yang menanggapinya bagai lonceng yang berdenting terkena hempasan angin sore diantara aurora senja. Aku cantik, pikir aurora. Sedang ia bisa merasa begitu, mengapa aku tidak? Aku ini apa? Jika hanya diam diam dan diam, membiarkan waktu menelan kebahagianku tentang cinta pertamaku yang tak berkesudahan. Bahkan malaikat sudah mulai bosan menghitung deretan doa yang serta dalam sujudku untuknya. Ah, bodoh. Bodohnya aku hanya menyukai dia seorang, mengapa tak berusaha menyukai orang lain yang jelas dan tak hanya sekedar khayalan belaka?

Pernah, aku pernah berusaha mencintai seseorang. Tapi, ah..aku terlalu takut dengan perasaanku sendiri, takut akan sakit lagi, gagal lagi, dan ujung-ujungnya menyimpannya dalam diam. Aku ingin berteriak saja kalau begitu, biar suaraku terdengar hingga kelangit tujuh menembus lapisan atmosfer dan bergema diseantero jagad. Membiarkan diriku mengungkapkannya dengan tulus dan jujur. Apa susahnya mendengarkan dan menjawabnya? Kau tak suka denganku? Lalu yang kau sukai seperti apa? Aku yang setiap hari selalu ingin berubah dan berkembang demi satu orang yang bahkan menoleh pun tak pernah. Aku tak peduli, kalau bisa dia berubah pikiran dan tak lagi memandangku rendah maka semua rasaku bisa terbalaskan.

Tapi, yasudahlah aku lebih menikmati keadaan ini. Mengagumi, lalu menyukai dan lama kelamaan mencintai dengan tulus, lebih tulus dari apa pun. Karena aku tak punya fisik dan materi yang bisa kutawarkan, hanya ketulusan yang sampai kapan pun sulit kau temukan bahkan kau beli dimana pun. Ah, rupanya begini suka duka mencintai walau dalam diam.

Creating for someone who never stop drop in my mind. Make my soul like full of confuse, I’m fool, I,m jerk and i dont know how to confront myself. I like you, but the fact it’s not easy being like each other. Haha, let the time expunge our bad memories I just wanna walk alone with my imagination till someday we’ll find a happy ending..

Sabtu, 16 April 2016

.........is writing the tittle

Sepi, sunyi, hanya ada lelah rintih..
Aku membiarkan diriku sejenak larut
Larut diantara deburan ombak yang kucipta sendiri
Ah, begini rupanya sepi...

Lalu waktu yang berjalan..
Bagai rantai emas yang perlahan lepas dari tubuhku
Semakin cepat waktu berjalan
Semakin tanpa arah pula tubuh ini..

Ya, waktu terus berjalan..
Maksudku, apa yang berbeda?
Hanya sepi. sepi, dan sunyi..
Lalu aku ingin lari saja..

Bahkan jika aku berlari
Yang terasa hanya letih
Aku tak punya arah
Bahkan hanya angin yang tertawa terbahak..

Aku disini..
Bisakah kau melihatku?
Aku bahkan tanpa kau pinta
Selalu setia bagai senja menanti fajar

Namun, jika aku senja
Lalu tak akan ada fajar yang menanti
Biarkanlah gelap, gelap hingga hati ini sadar
Tak ada yang bisa dicintai selain diri ini sendiri



Aku masih belum bisa tertidur, jam menunjukkan pukul 00.26 ahh, sepertinya aku salah tadi. Mengapa tergoda dengan kopiko 78 degrees yang kuminum sebelum latihan paduan suara tadi. Alhasil aku tak bisa tidur, padahal besok aku ada pertemuan jam tujuh pagi. Terserahlah, aku tak bisa memaksakan organ tubuhku untuk beristirahat ketika aku sendiri yang menyuruhnya untuk terus bekerja.

Belakangan ini, menjelang pementasan konser paduan suaraku aku jadi sering pulang malam haha. Kalau orangtuaku tau seperti ini mungkin sudah lama aku resign dari D'Voice. Oh, ya kebiasaanku kalau naik motor malam pasti selalu dengar lagu dari hanphoneku. Karena cara itu paling efektif untuk mengusir takut dan kantukku. Hehehe...

Oh ya, kalo tak bisa tidur seperti ini biasanya aku harus mendengarkan lagu melow. Tapi berhubung hp-ku lagi di charge lebih baik menulis saja. Menulis, teman paling menyenangkan kala sepiku menyerang haha *berlebihan* Menurutku dengan menulis di blog tak berpengunjung ini adalah hal yang paling menarik! kau bisa berbagi cerita yang tak bisa kau pendam tapi tak akan ada yang tahu. Maksudku, cukup mbah google yang tahu kerjaanku yang kurang kerjaan ini.

Dear mbah google, kenapa ya aku seperti tak bisa menahan sepiku? maksudku, aku sudah terbiasa dengan kata-kata 'sendiri' tapi mengapa belakangan ini sangat terasa? ketika kenyataan bahwa aku jauh dari keluarga dan sahabat-sahabatku. Sedih sekali, aku sulit mendapatkan teman disini. Tapi aku bersyukur masih ada mbah google yang mau mendengar celotehanku di jam segini.

Mbah google, sungguh banyak rindu di hatiku. Entah alasannya apa? tapi aku sungguh merindukan semua keadaan seperti dulu seperti aku tak pernah merasa sepi dan sendiri. Buktinya aku bisa saja selama delapan belas tahun apa-apa sendiri. Iya, iyaa aku jomblo! Jadi mau diapakan? Haha..Lalu aku masih tak habis pikir saja tentang teka-teki dan misteri dibalik cerita cinta yang "romantis" orang-orang.

Bagaimana aku harus memulainya? Bahkan adikku sendiri berkata "Sekarang jadi cewek harus gesit juga mbak" maksud kata-kata 'gesit' dalam kalimatnya pun aku masih bingung. Apa aku sepolos ini tentang cinta-mencinta? Yahh, jelas..urusan pacaran adikku lebih berpengalaman dibandingkanku. Lalu dia sering memberiku masukkan yang kadang aku sendiri tak terpikir. Astaga Retno! Haha

Baiklah, jika suatu hari nanti aku akan 'gesit' maka siapa yang akan kujadikan sasaran? Bahkan memikirkan cinta pertamaku yang paling menyakitkan saja aku sudah malas. Cukup sudah tujuh tahun aku dibawah bayangannya. Lalu ada, seseorang yang sempat dekat denganku bahkan usianya satu tahun dibawahku. Kupikir dia orang yang dapat kujadikan sasaran, tapi aku sedikit sesak ketika dia menganggapku 'investasi masa depan' memangnya aku asuransi?!

Yasudahlah, aku sudah mulai ngantuk. Sebelum ceritaku semakin ngelantur sebaiknya aku pamit undur diri dulu. Buat mbah google, makasih ya sudah mendengarkan keluh kesah tak jelasku pagi ini. Semoga besok aku tak bangun kesiangan..Sampai jumpa!! my diary!

Jumat, 08 April 2016

Suka Duka jadi 'Makcomblang'

Duhhh, kenapa bahasan blog gue ga ada yang pernah jelas sihh? Wkwkwkwk btw, postingan ini disponsori oleh cerita dibawah ini! cekidot!


Hai para silent reader blog gue! Yang bentuk wujudnya aja gue ga pernah tau. Sebelumnya blog ini gue rancang sebagai diary gue di masa sekarang. So, kalo bahasanya ada yang bersifat pribadi atau terlalu kedaerahan maafin aja ya. Kan gue bukan pujangga yang mengerti cara mengindahkan kata. gue Cuma remahan rengginang berusia 19 tahun yang hobi banget makcomblangin temen-temennya yang dia sendiri kadang lupa buat nyari cintanya. Ha? Apa cinta? Bullshit! Wkwkwk But, D-77 gue harus pulang kampung *tiba-tiba omongan gue ga nyambung*

Ngomong-ngomong soal comblang-makcomblangan, keahlian gue dibidang ini entah turun dari siapa? Yang jelas bokap gua ngga, karena dia sama cintanya sendiri aja udah sukses parah jadi buat apa dia nyomblang-nyomblangin orang? Wkwkwwk *peace pa* lalu, dari kapan ya? Kalo ga salah smp! Gue jadi suka banget jodoh-jodohin orang. Mulai dari sekedar bilang “Ciee” ampe dimintain nomor hp nya.

Nyokap gue pernah ampe marah ama gue beberpa kali karena hobi gue yang ga wajar ini “Kamu itu, ngurusin orang aja! Nanti kamu sendiri susah loh” Ya Allah gue langsung ngucap tobat Ya Allah hamba tobaattt...But, hobi gue ini makin taun makin jadi, gue semakin hobi ngenalin si A ke si B, ke si C ntar kalo udah saling kenal mereka deket-deket trus jadian..trus gue? Gue bahagia, sesimple itu kebahagian hidup gue Ya Allahu Rabb..

Oh, ya contoh kasus makcomblang memakcomblang gue yang paling sukses itu waktu temen smp gue minta kenalin ke temen sd gue. Waktu ada acara ulang tahun temen, malemnya sebut saja Paris langsung nyamperin gue. “Gila! Udah lama ya ga main. Tiba-tiba minta jodohin aja!” batin gue saat itu. But, gue ga bisa nolak karena posisinya dia sahabat gue dan si ceweknya temen sd gue. Okelah, akhirnya gue kenalin masing-masing via chat. Waktu berjalan..dan mereka pun jadian. Trus gue? Yah, setidaknya mereka udah bilang “Makasih ya no” udahh cukup kok.

Itu kasus terkahir perjodohan yang gue jalanin dan sempet ketauan sama nyokap dan nyokap jadi suka sensi kalo ada temen cowok yang main kerumah. Pasti pikirannya “Minta jodohin lagi?” Hahaha buukkk..bukkk..jadi kangen! Semenjak itu juga nyokap jadi agak ngeprotect gue sama wajah-wajah yang sekiranya Cuma manfaatin gue sesaat hahaha..But, gue tau kok mana orang yang pantes gue bantu mana yang nggak. So, langsung aja gue mau nyeritain suka duka jadi makcomblang!

Suka :
1.       Jadi makcomblang itu sebuah kepuasan batin dan kebahagian sendiri buat gue, trus buat alesannya gue gak tau kenapa. Emang bahagia butuh alasan?

2.       Lu jadi orang yang berjasa dalam hubungan orang (not means lu minta di puji) but, kalo sampe mereka ampe jadi beneran itu sebuah penghargaan sendiri bagi hidup gue.

3.       Simple, gue suka aja nolong. Apalagi soal jodoh-menjodoh

4.       Membuka channel, niat awalnya gitu. Jadi ketika kita butuh bantuan, temen kita ga segan juga buat nyomblangin kita sama temennya. But, itu belom terealisasi sampe sekarang.

5.       Menjadi tempat curhat, ga tau kenapa jugaa gue jadi seneng kalo bisa dipercaya buat jadi tempat curhat. Karena menurut gue, apa pun masalah yang dihadepin sama temen lu ketika mereka mau cerita sama lu berarti lu udah bisa dipercaya.

6.       Lu banyak temen curhat, ketika mereka dengan percayanya cerita sama lu otomatis lu juga bakal dengan terbuka cerita sama mereka. Konsultasi soal cinta yang lu-nya sendiri ga ngerti apa-apa. Yaa, kurang lebih jadi ikut belajar. Ashique!

Next...
Duka :
1.       Waktu lu keganggu sama urusan yang sebenernya bukan urusan lu

2.       Lu jadi wadah amarah mereka (orang yang lu jodohin) example, “Kenapa sihh dia sekarang kayak gitu ama gue?” “Dia punya cewek baru yaa?” dan gue cukup muak dengan semua pertanyaan yang sebenernya gue sendiri ga tau apa-apa! Orang yang pacaran kalian

3.       Cap makcomblang yang dipandang kurang kerjaan

4.       Katanya kalo kita sering makcomblangin kita sendiri yang bakal susah dapet jodoh. Katanya lohh inii katanya...katanya mak gue maksudnya

5.       Siap-siap ditinggalin. Istilahnya habis manis sepah dibuang, abis jadian pada bubar jalan. Ninggalin seonggok makcomblang yang tanpa pamrih membantu kalian. *curhaaattt*

6.       Dideketin ketika dibutuhin doang

7.       Suka baper kalo mereka jalan, terus gue ga pernah diajak. HAHA *ya kali?*

Nahhh, mungkin itulah suka duka gue jadi makcomblang selama ini. Sebenernya ga banyak sihh yang gue jodohin but, ga tau kenapa ada aja yang minta kenalin lewat gue. Emang gue apaan? LSM? Apa biro jodoh? Yaudahhh dehh, yang penting selagi ga ganggu hidup gue gue bantuin dahhh asal sadar diri aja. Jangan main cabut trus bubar jalan. HAHA *curhat lagi*

Mungkin gini aja sihh, diary gue hari ini yang sebenernya termotivasi karena sepasang sejoli yang sedang dimabuk asmara eeaaa. Pasangan yang paling menggemashkan! Buat kalian, semoga kalian bahagia ya! Gue sebagai makcomblang kalian ikut bahagia loh kalo kalian bener jadi. But, apa daya gue yang Cuma remahan rengginang karena yang nentuin segalanya kan Allah. Gue Cuma mempermudah jalan kalian aja. Buat kalian bahagia terus ya! Gue sayang kalian! *Pj jangan lupa* hehehehehehehehehehehehehehehehehehe...........

SEKIAN CURAHAN HATI MAKCOMBLANG JOMBLO BAHAGIA YANG GEMAR MAKAN MAICHI LEVEL 5 SAMBIL NGETIK BAHASA YANG ACAKADUT TAPI BERMAKNA SYAHDU. SEMOGA KALIAN GA PERNAH KEBACA POSTINGAN GUE YA! TAKUTNYA KALIAN SIAL AJA GITU. OKE? SAMPAI JUMPA! BYE!!!




Selasa, 05 April 2016

Dear my BH.....

Hi BH! Setelah ketunda berbulan-bulan akhirnya postingan ini rampung juga..maafkan atas kalimat yang acak-acakan, anggep aja lagi baca buku diary aku yaa...aku sayang kalian!!!

Entah sejak kapan grup,kelompok,geng,sekumpulan anak manusia ini terbentuk. Jika tak salah kuingat, lima orang ini tak sengaja terbentuk ketika sebelum ujian semester satu. Aku ingat benar kami duduk disudut kanan belakang kelas ketika semua meja dan kursi sedang berantakan tak tertata menunggu guru datang untuk menempelkan selebaran nomor ujian diatas meja kami. Lima orang ini duduk dengan malasnya dan seperti biasa berbincang seadanya.
Hingga satu ketika, tanpa disadari lima orang ini punya pertanyaan yang sama dalam benak mereka dan yang lambat laun terbuka satu-persatu. Pertanyaan itu adalah..”Apa yang akan kita lakukan setelah ujian semester?” dengan budget anak SMA yang super duper pas-pasan. Salah satu anak menyahut “Gimana kalo kita berenang di hotel **********?” yang lain membalas, “Ahh, sayang buat berenang doang kita mau ngeluarin uang banyak-banyak” satu anak lagi menimbrung omongan “Eh, bentar lagi stand by me keluar loh! Mau nonton bareng gak?” tanpa disadari kami berempat berkata “yaa!! Ayookk!!” tapi satu anak lelaki ini hanya diam mendengar perbincangan kami.
“Hoy! Mau ikut gaak?”. “Nggak ahh..”dengan malasnya sambil sesekali meraba-raba gadgetnya yang tak tahu berisi paket internet apa tidak. “Hayolahhh piss..ikutt yokk..” Hapis, nama member yang paling ganteng (katanya) orang yang super dingin tapi kadang suka ”panas” sendiri. Hapis tetep dingin, dinda pun makin jadi membujuk hapis. Dinda, member yang (katanya juga) paling cantik ini gadis berambut pendek dengan kacamata besar dan wajah cantik khas Indonesia (gua ngomong apa sih?!)”Iyaa pis, ayolahhhh....”tambah regina. Regina, member yang paling cute dan imut karna usianya paling muda dibandingkan yang lain. Regina juga tak kalah cantik dengan jilbab dan kacamata yang menghiasi wajah kecilnya. “Kalo ga, kita patungan nihh beli bensin mobil kamu” kata member yang paling tua satu ini. Retno, member paling tua yang mukanya jauh lebih imut dari regina, member yang satu ini setia sama status jomblo, maaf singel karena Allah maksudnya. Ehh, hampir lupa. Satu lagi member paling pinter diantara kita, Shultan anak debat yang suka fashion (katanya) paling doyan upload foto di instagram bisa dibilang shultan ini laki-laki sosialita.
Oke, aku kira cukup perkenalannya. Lanjut lagi, apa mereka jadi hang out bareng. Tanpa disengaja juga kelima member ini paling anti sama tiga wanita soksialita penguasa dikelas. Perbincangan itu makin terperinci, semakin asik entah apa saja topiknya dan tak tahu juga alasannya mereka berlima kompak menutup pembicaraannya saat orang lain datang atau hanya sekedar nimbrung pembicaraan. Grup ini makin hari makin jadi, sesekali memberi kode walau hanya dengan kedipan mata. Ujian semester pun selesai, so How about their planning?
Tenaaangggg, ternyata lima orang ini sudah punya inisiatif buat grup di line. Retno, si sesepuh ini memberi nama “ANTIIN” yang artinya Anti IIN. Emang IIN itu apa? “IIN itu..yahh yaudahlah yah..” setelah itu kita mulai menyusun rencana yang tampaknya sungguh merepotkan pihak hapis. Kok bisa gitu? Yah iyalah..orang dia yang nyupirin kita.
Jengjengjeng!!! Hari ini tiba juga, tepat tanggal 10 Desember 2014 diawali dengan si pintar shultan dengan setianya jemput Hapis dengan motor bebeknya hahaha..Mereka berdua langsung kerumah dinda dengan mobil imut kebanggan hapis. Setelah mereka berganti mobil dengan mobil andalan mama ungu (mama dinda) mereka langsung jemput regina dan sempet nyasar ketika jemput si cewek paling imut retno. Kuingat benar, mereka langsung turun dari mobil dan pamit langsung dengan ibu retno. Next, yeyeyeyeye..akhirnya mereka pergi..Eitsss, belum! Mereka masih harus nganterin shultan ke rumah ‘abah’ yang jauh bukan main (ya itung-itung sambil jalan-jalan) kuingat benar mama dinda membekali kami sekotak risol dan mama shultan memberi kami soft drink langsung dari warungnya hehehe..kami begitu menikmati perjalanan yang lebih terasa seperti mudik itu. Akhirnya sekitar pukul sepuluh pagi kami sampai di salah satu kolam renang umum di tengah kota Palembang.
Semua pada sibuk buka dompet, menyiapkan budget untuk renang. Tapi, budgetnya benar-benar mengejutkan. Kalau tak salah, murah sekali untuk berenang sepuasnya. Retno, regina, dan dinda langsung ambil jalan memisahkan diri dari hapis dan shultan. Setelah ganti baju renang yang sebenarnya jelmaan dari legging dan baju lengan panjang tiga cewek itu langsung nemuin dua cowok yang sudah jebur duluan. Mereka benar-benar sejenak melepas penat sambil sesekali tetap berisi rumpian, entah tentang sekolah ataupun manusia-manusia yang aneh on the spot.
Setelah berkubang sekitar dua jam, akhirnya mereka naik dan mandi. Lagi-lagi dua cowok berbeda postur ini sudah nunggu duluan di kantin. Tiga cewek itu segera menghampiri lalu memutuskan untuk makan diluar. “Makan dimana?” tanya hapis “Yang murah bae” atau artinya (yang murah aja). Akhirnya setelah beberapa kali memutari kota Palembang (lebayyy...) akhirnya kita mutusin buat makan di tempat favorit muda-mudi hingga cabe-cabean Palembang. Yaitu K** di kambang iwak (tempat wisata di tengah kota Palembang). Nihhhh, kalau masih penasaran..
Tampang cabe dan terong makan di K** abis berenang di L***** T**** (kebayang kannn? Kebayang dongggg)
Nihh, dijelasin lagi..yang jilbab coklat paling kinclong alias kebalikannya itu si sesepuh Retno Marcelina yang sekarang udah jadi teteh di Bogor. Yang senyumnya paling lebar kayak anak sd abis dapet lotre itu Shultan, gitu-gitu anak adm UI wueehhh...Yang pake kacamata, seperti udah dijelasin diawal, dia ini yang paling cantik (kayaknya) liatkan mukanyaa kaya Luna Maya? (dari mananya sih?) oke, next yang duduk kayak satpol pp itu..mukanya aja yang dewasa tapi dompetnya tidak! Ini niihh, hapis anak rantau dari Riau dan sekarang jadi anak Brawijaya *proud*. Dan, yang terakhir siapa lagi kalo bukan si imut-imut berkerudung biru Regina. Sering dibilang kalo regina jalan sama dinda itu kakak adik, nah kalo jalan sama retno kaya majikan sama asisten. (Oh? haha!)
Udah, udahhh..lanjut setelah foto pertama di dating pertama dan jalan pertama mereka langsung ke titik sasaran awal mereka, yaitu nonton stand by me. Sebelum sampai ke lantai paling atas di mall paling kekinian di Palembang saat itu, mereka sempat-sempatnya memanfaatkan suasana lift yang sepi buat selfie. Biasa, penyakit noraknya kambuh lagi..
Kumpulan orang norak ini duduk di pinggir susunan kursi kalau tak salah urutannya itu sepasang sejoli, shultan, retno, regina, dinda, dan hapis. Sekali lagi kenorakan orang-orang ini muncul ke permukaan. Di tengah heningnya ruang bioskop sebelum film di putar dinda dengan lantangnya menjerit “Hapis balekke duet tiket ke aku!” artinya (Hapis, kembalikan uang tiket ke aku) dan sontak membuat tawa-tawa kecil tertahan penonton di bioskop. Menurut kalian, apa yang terjadi? Sepanjang film diputar hapis tak berhenti merengek seperti anak kecil dan lama-kelamaan menjadi amarah yang serius. “Matilah! Langsung balek! Dak usah kemano-mano lagi!” (Bodo amat! Langsung pualng, ga usah kemana-mana lagi!) kalau dibayangkan seperti seorang bapak yang marah-marah tak jelas karena uang di dompetnya habis dan tak membolehkan anak-anaknya untuk pergi kemana-mana lagi.
Setelah dibujuk rayu oleh empat alayers (segaja di miringin, karena istilah baru) akhirnya si kepala rumah tangga luluh juga hatinya. Di tengah derasnya hujan sore di Palembang, lagi dan lagi mereka datang ke tempat nongkrong paling tak jelas yaitu nongki and kongkow. Tempat nongkrong yang paling tak berkonsep dan hanya mengandalkan si pemilik yang eksis di sosial media. Parahnya, yang beli hanya regina dan dinda. Kalian tahu, mereka beli apa? Mereka beli dua bungkus cimol! (dan jika dibayangkan sungguh di luar akal sehat. Ya Tuhan)
Setelah amarah hapis lambat laun mulai mencair, suasana kembali hangat sampai-sampai mereka tak mau turun dari mobil mama ungu. Mereka merasa, seperti menjadi satu paket lengkap yang saling mengisi seperti sebungkus nasi padang. Walau kadang pedas, tapi ngangenin.
Semenjak itu, antIIN ini semakin jadi. Hingga akhirnya libur tiba, berharap sekali mereka berlima ini bisa menghabiskan waktu bersama. Tapi, sayangnya mereka sudah punya rencana liburan sendiri-sendiri. Mulai dari hapis yang pulang kampung ke Siak (salah satu daerah di Pekan Baru, Riau), dinda yang liburan sama kakak-kakaknya di Jogja, shultan yang ikut trip IPS ke Lampung, retno yang liburang bareng keluarga ke Bogor sampai regina yang tak kemana-mana tapi hang out setiap hari di Palembang.
Saat mereka merasakan LDR setelah baru saja jadian, isi obrolan mereka makin menyimpang dan negatif. Diharapkan untuk tidak ditiru oleh generasi muda. Asal kalian tahu, mereka berbicara di luar konteks peraturan perundang-undangan. Entah bagaimana, tanpa sengaja seting berubah menjadi sebuah rumah tangga yang berantakan. Hapis sebagai papa, dinda sebagai mama, retno sebagai anak pertama (untung bukan jadi omanya), shultan jadi anak kedua dan regina jadi anak bungsu. Mereka (papa dan mama) saling berbagi pengalaman sex dengan ex ketika mereka berpisah saat liburan. Lalu si anak-anak mengeluhkan orang tuanya yang harus kembali rujuk. Ini sebenarnya apa?? Tolong jelaskan!!
Nahh, semenjak itulah lagi-lagi si sesepuh mengubah nama grup ini menjadi “Broken Home”. Setelah berganti nama, walaupun tak sembelih kambing mereka berlima merasa nyaman dan lega. Embel-embel wanita soksialita akhirnya lepas dari mereka.
Setelah kembali masuk sekolah, kelima orang ini serasa dalam hubungan backstreet. Tetap keep in touch walau hanya kedipan mata. Kadang sibuk berkicau di line padahal mereka hanya berjarak satu dua meter.
Singkat cerita, saatnya foto alkena. Mereka yang sejak awal tak menyukai tiga wanita soksialita di kelas ingin sekali mengungkapkan keberadaan mereka yang kontra dengan prinsip hidup tiga orang tadi. Namun, sayangnya sulit. Awalnya mereka ingin foto di satu frame dalam alkena. Berhubung, mereka backstreet akhirnya foto mereka hanya bisa di edit seperti ini..
Norak kali! Ya, itu pelampiasan kekesalan akan hubungan backtreet mereka! Hahaha..
Setelah banyak waktu berlalu, mereka tak sering jalan atau nongkrong bareng karena alasan budget, kursus, hingga persiapan UN. Tapiiii..mereka tetap menghabiskan hari-harinya bersama walau hanya lewat chating yang kadang sangat amat tak penting. Contoh :
Dinda : “Nak mesenk” (pengen eek)
Hapis : “Cakmano taiknyo?” (Gimana tainya?)
Dinda : “Cak coklat” (Kayak coklat)
Retno : “Jual bae din” (Jual aja din)
Shultan : “meseng aku tadi keras nian” (Eekku tadi keras banget)
Regina : “Tulaaa...galak-galak makan buah” (Makanya sering-sering makan buah)
Kadangan yang seperti ini, benar-benar mengusik relung hati manusia mana pun. Sekumpulan pemuda dengan pendidikan tinggi begitu asiknya membicarakan tentang “kotoran”. Namun, inilah yang menjadikan mereka percaya satu sama lain. Setidaknya, kotoran saja masih ditanggapi apalagi obrolan hangat? (Ashiquee!)
Next, ujian praktik menari. Ini bagian yang cukup lucu juga untuk diceritakan, setelah selesai make up aku ingat mereka berlima ini berusaha untuk foto berlima lewat polaroid regina. Tapi halangan terus menghadang, hingga ketika mereka sudah siap di jepret, ocha datang menimbrung secara otomatis mereka berlima ambil langkah pelan memisahkan diri. Retno mengalihkan perhatian “Ehh, bentar lagi kita!” lalu gagalah rencana foto mereka.
Jadii, mereka tak berfoto?? Tenang...namanya saja backstreet jadi kondisinya berbeda. Akhirnya mereka dapat berfoto walaupun harus menyelinap pelan-pelan agar tak terlihat jelas oleh yang lain. Saling memberi kode seperti sedang kucing-kucingan. Dan hasilnya...
Intinya, penuh perjuangan untuk bisa berfoto berlima di sekolah.

Mereka pun tak mengerti alasan kenapa mereka merahasiakan keberadaan mereka disekolah dalam satu paket “geng”. Mereka selalu saja berbaur seperti tak pernah ada perkumpulan, sekali saja mereka berlima bersama rasanya bahagia sekali, walau kadang hanya sebentar-sebentar.
Oh, ya aku punya foto-foto masa kecil mereka yang mereka bagi di grup BH beberapa saat yang lalu..
Time flies so fast...
Pengumuman snmptn pun keluar, dari kami berlima hanya leader yang diam-diam tanpa kabar sudah di terima di Brawijaya. Congratulation Hafiz!!! Bujang rantau sejati yang tak pernah lelah jauh dari keluarganya, setelah ngerantau di Palembang sekarang udah ke Malang aja. Dan sisanya..Allhamdulillah Retno keterima di Diploma IPB jurusan komunikasi, lalu ada Dinda yang jadi anak hukum Unsri, Regina di diploma unsri juga jurusan kesekretariatan, dan terakhir si cowok paling pinter di adm perkantoran dan kesekretariatan UI hehehe...*maaf ya kalo ada yang salah*
So, sebelum kita bubar jalan menggapai cita-cita kita. Akhirnya kita rencanain pesta perpisahan kecil-kecilan sekaligus ngerayain ulang tahun dinda! Kalo tak salah momennya beberapa hari sebelum sbmptn. Jadi pada sibuk belajar hehehe..
Dan rencana surprisenya sungguh berantakan, yang ada malah retno dan regina yang kaget karna kepergok dinda yang baru keluar dari toilet *nulis ini sambil ngakak* tapi, walau begitu kami lumayan bahagia sihh hehehe..
Satu hari yang bakal jadi momen yang tak terlupakan, kita habisin satu hari full di dalem kamar dinda kita cerita, kadang gangguin yang belajar, solat, batal, solat lagi, ganggu lagi, adegan baper hapis yang disponsori oleh akting mama dinda yang bilang kalo “tante buat peci ini khusus buat hafiz” padahal setiap temen cowok dinda yang dateng di kasih gitu semua!! Waktu berjalan diluar kendali, kami tak pernah menyangka bahwa masa akhir SMA kami justru dipertemukan sama makhluk-makhluk yang sama abstraknya!! Saling melengkapi walau kadang suka ngeselin!
Oh, ya kalau kumpul ga foto bareng itu dosa namanya! Ini aku share momen pesta perpisahan kecil-kecilan kami di kamar dinda!
Ciee yang solatnya berhasil tanpa tergoda sama gangguan emapt setan lainnya..selamat ya Regina!


Oh, ya berhubung suasana lagi mau sbmptn jadi pada sibuk gini nihh..sebenernya ga sibuk cuma lagi ashoy aja sama posisi masing-masing..."Posisi!!!" pake nada pikri kalo ada pak doni wkwk
Itucuma sebagian kecil aja yaa, kalo mau di share semua bisa satu album...
Kita masih tak percaya bisa jadi satu paket sampe sekarang, kalo dipikir ngapain juga kita harus duduk dibangku belakang kelas trus ngobrol ngelantur waktu itu? Hehehe..
Kita ga mau pisah!!! Kenapa cepet banget sihhh!!!
Akhirnya, Hafiz yang pertama pergi karna dia mau mampir dulu ke Siak rumah orang tuanya..lalu disusul Retno yang harus ikut proses matrikulasi ke Bogor dan Shultan yang udah diterima di D3 komunikasi UNS but! Sebuah surprise lagi-lagi datang! Shultan keterima di UI!! Mimpinya dari kapan yaaa? Akhirnya tercapai pake jakun! Keren!
Lalu kita hanya kontak via chat selama satu semester kemarin, bahkan waktu lebaran kita ga sempet ketemu atau hang out bareng! Kesal! Haha..
Liburan semester 1 pun datang!!! Yeayy!! The greatest moment ever! Pulang kampung! Balek plembang!
Shultan pertama kali mendarat ke Palembang, kesal! Lalu dinda, regina, dan sultan sempet jalan bareng ninggalin aku dan hapis yang masih bejuang UAS!!
Dann..jeng-jeng! Selang beberapa jam hapis mendarat ke Palembang akhirnya Retno juga tiba. Keesokan harinya Retno dan Hapis punya rencana buat ke smanli karna kita belum legalisir ijazah tanpa ada rencana lebih, yang awalnya ditemenin regina dan mobil barunya. Shultan kasih kabar kalau dia udah selesai sosialisasi di sma 6 wahh hampir lengkap! Tinggal dinda!! Lalu kami berusaha hubungin dinda! Dan God bless us! Dia bisa kita culik buat hang out tak terencana! Yeayyy setelah beberapa bulan akhirnya bisa kumpul lengkap lagii!! Senang sekali!!
Cieee, BH ada supir baru! setelah diculik Dinda langsung dipekerjakan jadi supir pengganti ya?

Transformasi wajah dari ‘siswa’ jadi mahasiswa..dua lelaki itu makin asik manjangin rambut mereka! Yang satu enak masih rapi but yang satunya...”Makk, temenku ada yang kayak homo makk!!”
Langsung aja yaa...kan dosa kalo kumpul ga ada fotonya..
Edisi "Bodo amat dahh backlight yang penting poto ama ampera!!"

Edisi "Poto anak malang yang udah bisa nungging-nungging padahal dulu kerjaannya suka ngatain orang!!"



Aku tak tahu kenapa aku harus berteman dengan empat orang ini...tapi, kalau boleh aku mengutip salah satu kalimat di modul kuliahku..
“kita terikat secara emosional pada beberapa kelompok saja. Hubungan kita dengan keluarga kita, kawan-kawan sepermainan, dan tetangga-tetangga yang dekat (di kampung halaman kita, bukan di real estates)”, terasa lebih akrab, lebih personal, lebih menyentuh hati kita.”
Dan, aku tak mau munafik..alasan kenapa aku selalu ingin pulang karena disini aku tak bisa menemukan rumah kesekian seperti di kampung halamanku. Aku terlalu cinta dengan Palembang, dengan isinya, dengan ceritanya, dengan segala kisah yang sampai kapanpun punya ruang khusus di hatiku. Tempat dimana aku lahir dan menemukan arti cinta dan rindu yang sesungguhnya.
Dear BH, walaupun nama kita Broken Home tapi semoga kita ga beneran kayak gitu. Apalah arti sebuah nama sihh hahaha...tetep jadi sahabat buat satu sama lain, jangan berubah, walau suka ngeselin tapi kalian pasti punya ruang sendiri di hati kalian buat BH. Walaupun kita kepisah ratusan bahkan ribuan mil aku percaya kita bakal tetep kayak gini. Jangan pernah menutupi apa-apa karena keterbukaan yang menyakitkan itu lebih baik dari pada menutupi kebusukan yang lambat laun akan tercium baunya. Kita teman, yang sampai kapanpun saling support! Saling bantu buat tugas! Saling curhat atau ngeghibah bareng.
Jujur, belum cukup rasanya main sama kalian secara utuh! But, punya kalian sebagai tempat curhat-curhat manja ga jelas adalah poin plus sendiri dalam hidup aku! Makasih, karna waktu itu kita duduk di belakang kelas dan ga ada yang berusaha pergi. Semoga sampe kapan pun kalian ga akan pergi ninggalin yang lain..Pergi boleh sihh tapi ajak-ajak! Karena kita BH!

SALAM RINDUKU BUAT BH!


*Maaf ya apabila ada penulisan yang salah, kan udah dibilang ini buku harian aku...sekali lagi, aku bahagia bisa mengenal kalian dalam satu paket h3h3h3*










Senin, 30 November 2015

Retno's Stories: Fallin' in Love in the First Sight, Believe it?

Retno's Stories: Fallin' in Love in the First Sight, Believe it?: Saya kembali lagi dengan segudang rasa yang meledak-ledak sejak semalam. lagi-lagi saya kehabisan tempat untuk meluapkannya, dan saya pik...

Retno's Stories: Lost In Jakardah

Retno's Stories: Lost In Jakardah: Malaaaaam, ya saat ini saya sedang menulis blog tepat pukul 23.17 WIB. Waktunya manusia normal untuk beristirahat dan tidur. Tapi tidak bagi...

Fallin' in Love in the First Sight, Believe it?


691026734070144593_259220806.jpg (640×640)Saya kembali lagi dengan segudang rasa yang meledak-ledak sejak semalam. lagi-lagi saya kehabisan tempat untuk meluapkannya, dan saya pikir blog ini akan menjadi buku harian saya ketika dewasa. Lagi pula tak ada yang membacanya hehehe..

Oh, ya. Postingan ini disponsori oleh rasa baper tak terkendali sejak semalam. Ini semua gara-gara salah satu teman yang kalo di ajak curhat mendadak menjadi penjerumus kesyirikan wkwkwk *peacerim* duhh, lagi-lagi rima. Semoga ga bosen yaa baca nama ini!

Kalian percaya cinta pada pandangan pertama?
Mungkin sebagian orang percaya, tapi ga sedikit juga yang ga percaya. katanya, cinta pada pandangan pertama itu cintanya anak kecillah, cinta monyet, cinta yang cuma liat dari fisiklah, pokoknya banyak lagi. Tapi, percaya ga percaya saya adalah salah satu korban cinta pada pandangan pertama dan kebetulan dia cinta pertama saya. Ehh, ralat bukan pandangan pertama. Pandangan kedua, karna pandangan pertamanya selalu ga full body hehehe..

Saya ingat sekali waktu itu saya duduk di kelas satu SMP, bocah ingusan yang masih dekil dan ke sekolah naik sepeda mini rambut keriting dan bau matahari. Tapi, gitu-gitu udah bisa jatuh cinta, lucu sih kalau dibayangin. Lalu, jatuh cinta sama siapa? Hmm..ini yang agak berat. Aku bongkar yaa.. dia itu si ketua kelas. Entah kenapa, saya si bocah ingusan ini selalu ga berani menatapnya, deg-degan kalo deket-deket dia, apalagi kalo dia manggil...rasanya kaya malaikat manggil nyuruh masuk surga wkwkwk..

Yaelahh, kalo kaya gitu mahh semua orang juga ngerasaain kaliiii!!!
No! cerita saya agak melenceng dari normalnya. Cinta saya ini bertepuk sebelah tangan, si bocah ingusan ini pun sedihhh, bertahan mati-matian buat ngilangin rasa suka. Tapi temen-temen yang lain malah makin asik membully percintaan saya dan si ketua kelas. Si ketua kelas pun makin il feel dengan saya menyuruh saya menjauh padahal kami awalnya teman yang cukup baik. Saya merasa agak tertekan, serasa manusia yang paling tak punya harga diri. Walaupun saya waktu masih SMP tapi saya juga tahu malu!

Lanjut naik ke kelas dua SMP, tiga SMP lagi-lagi saya terjebak di satu kelas yang sama dengan si ketua kelas ini. "Gagal lagii gagal lagi.." kalimat itu selalu saya ucapkan setiap kali gagal move on karena tersihir pesonanya.

Setelah tiga tahun bersama dalam satu atap kelas, akhirnya SMA memisahkan kami. Saya sungguh bersyukur tak satu kelas bahkan satu sekolah lagi dengan si ketua kelas. Lalu, apa yang saya rasakan? Secara terang-terangan saya tidak bisa Move On, saya benci setiap kali di bilang "Kamu suka sama dia yaaa??" akhirnya saya mengakui "Tidak ada yang saya sukai selain dia!" lalu mereka makin penasaran "Dia, dia terus. Dia itu siapa?"
"Cinta pertama saya!" kalimat itu sempat membuat teman-teman saya tertawa, entah kenapa juga saya harus menceritakan tentang cinta tak terbalas saya ini pada semua orang. Adik, Ibu, mas, sepupu, bulek, bude, teman lama, teman baru, dan rasanya tak ada yang tak tahu tentang cinta bertepuk sebelah tangan saya ini.

Tanpa mereka banyak berkata, tapi saya seolah paham maksud dibalik kalimat-kalimat mereka. Intinya mereka mengingatkan saya jangan menjadi bodoh. Masih banyak laki-laki lain, apa yang kamu lihat dari dia? Itu hanya perasaan kekanakan. Come On! kamu sudah dewasa, kamu sudah berubah.

Akhirnya sekarang saya duduk di bangku kuliah, saya kuliah di salah satu institut negeri terkemuka di Bogor. Saya cukup bangga sekarang bisa keluar dari Palembang, setidaknya sedikit demi sedikit bisa menghapus jejak si ketua kelas ini. Tapi, yaaa hasilnya nihil. setiap hari saya mengintip semua akun social medianya. Malah terkadang ikut menimbrung diantara pembicaraannya yang hangat bersama orang lain.

Rasanya pengenn sekali berada diantara teman-temannya, setidaknya saya bisa menjadi teman seperti dulu lagi, right? akhirnya entah tersambar petir atau apaa? semalam waktu lagi chatting bareng rima dia curhat tentang masalah klasiknya sama si doi. Duhhh, saya si jomblo ini pun sok-sok memberi nasihat. Lalu saya menceritakan pada rima kalo si tulul (sebutan buat si ketua kelas yang ga peka-peka) udah punya pacar hehehe..saya pun nangis lagi meratapi kebodohan yang berlarut-larut ini. Tapi, ada saja godaan gara-gara kemarin subuh saya melihat notifikasi instagram saya kalau si tulul menyukai foto lama saya. Yaa, secara tidak langsung dia mungkin sudah menstalk seisi instagram saya. Gagallah move on untuk kesekian kalinya!

Saya menceritakan pada rima semua kejadian itu, ya! setelah beberapa kali mencari teman curhat. Rimalah yang ternyata selalu ada dan siap menampung curhatan saya yang itu-itu saja. Lantas apa respon rima?
Rima : "Add line mba men uji aku!!"
Saya  : "Tu nach (sambil kirim capture tanda bukti saya udah add si tulul)
Rima : "Chat la mbak!!!!"
Saya  : "Chat apo, olo ini, jerumusi aku, gek tungu di add balik"
Saya  : "Si tulul sudah add balik aku!"
Rima : "Chatlah!!!!"
Saya  : "Aku nak ngechat tulul, tapi profilnyo jadi serem nian (Ada nama pacarnya, tiba-tiba saya merinding)
Rima : "Chatlah, hai apa kabar, asik hahahaaha"
Saya  : "Bongok ini, abis itu ilang hargo diri aku!!"
Rima : "Dak apo"
Akhirnya dengan keberanian full, sebelumnya seumur hidup saya tak pernah punya nyali sebesar ini. seumur hidup!!! Akhirnya saya ngechat dia dengan kata-kata sok asik ala-ala teman lama yang tanya kabar.
Saya : "Oy, apo kabar?"
Tulul : "Alhamdulillah baek no :) Kau?
dan kurang lebih seperti itulah awal perbincangan saya dengan cinta pertama saya, setelah enam tahun harus menahannya kadang memendam bahkan menguburnya. Kini saya sudah berubah, kenapa harus malu. Saya punya cukup kepercayaan diri dengan apa dan siapa saya sekarang. setidaknya saya tak harus menghindari, membohongi, dan membodohi diri saya sendiri seperti pengecut. Ya, saya tahu tak selazimnya seorang perempuan memulai duluan. Tapi, saya kan hanya teman lama. bukan berarti saya ingin menjadi seseorang spesial atau something like this. No.

Lalu bagaimana perasaan saya setelah mendapat respon yang baik dari si tulul, orang yang saya kagumi sejak enam tahun lalu. Tentu saya sangat senang dan bahagia, saya melompat, berjingkrak, tak kalah jantung saya yang memompa kencang, napas saya tak beraturan, seperti saya kelepasan kontrol diri saya sendiri. TAPI, anehnya hal ini saya rasakan setengah jam pertama sejak chat pertama saya. Loh? kok seperti itu? Entahlahhh..saya juga aneh.

setelah setengah jam awal yang bahagia itu, saya merasa seperti benar-benar sedang ngobrol dengan teman lama tak lebih dari itu. Rasanya benar-benar berbeda, saya juga mengulik perasaan saya sendiri "Come on!! sejak enam tahun akhirnya lu punya keberanian buat nyapa dia! kenapa jadi biasa aja?" Entahlah sampai pagi ini juga saya masih berpikir keras dengan rasa ini.

Hingga saya menulis blog ini. Akhirnya saya bisa mengambil kesimpulan dari cinta pertama, cinta bertepuk sebelah tangan, dan cinta pada pandangan pertama saya ini bahwa rasa suka yang saya pendam bertahun-tahun ini bukanlah rasa suka yang sebenarnya. Ya,,rasa ini adalah sebuah "penasaran tak berujung" sejak dulu saya ingin menjalin kedekatan layaknya teman normal dengannya tapi saya atas namakan itu rasa suka.

Penasaran,bagaimana kalau saya menyapanya? Bagaimana kalau saya bicara seperti ini? Apa yang dia pikirkan tentang saya? Saya itu siapa dimatanya? dan masih banyak pertanyaan lain yang saya tahan menahun hingga saya suka sakit sendiri. Padahal ketika saya sudah menyampaikan semuanya rasanya lega. Seperti tak pernah ada hal-hal aneh yang terjadi sebelumnya. Lagi pula kami sudah sama-sama dewasa, dia punya kehidupan cintanya sendiri dan saya? Mulai hari ini saya akan menata hati saya ini. menyusun pieces demi pieces hingga utuh kembali seperti enam tahun yang lalu. Membuka hati saya kembali pada orang-orang yang akan jadi comfortzone saya.

Oke, mungkin ini curahan hati saya. Ternyata selama enam tahun ini saya sendiri keliru dengan makna cinta, suka, dan orang spesial di hidup saya. Saya berharap pula si cinta pertama saya mendapat cinta sejatinya begitu pun dengan saya. Terima kasih sudah mau menyambut saya dengan hangat sebagai teman lama. So far, I'm blessed. Allah knows what i need and what i feel, i believe it.